Kamis, 17 Maret 2011

Pengertian dan Ciri-ciri Belajar


KATA PENGANTAR
Pertama-tama Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT  atas rahmat dan pertolongan-Nya yang telah memberikan kemudahan pada kami sehingga penyusunan makalah ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan. Penyusun juga menyampaikan terima kasih kepada segala pihak  yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada teman-teman mahasiswa Pendidikan Biologi Angkatan 2009 yang secara bersama-sama saling meberikan motivasi untuk tetap berjuang. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga tak lupa pula kami sampaikan kepada ibu Murni Sabilu, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Belajar dan Pembelajaran yang telah memberikan petunjuk dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini kami susun dengan maksud menambah informasi dan pengetahuan kita semua mengenai “apa itu belajar” dan bagaimana sebenarnya cirri-ciri belajar itu. Dengan demikian, jika kita telah terjun dalam dunia pengajaran,kita dapat mengaplikasikan pengetahuan kita terhadap anak didik yang menjadi tanggung jawab kita.
Akhir kata, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segala pihak jika dalam makalah ini terdapat kekeliruan atau ada kata yang tidak berkenan di hati pembaca. Sebagai manusia biasa, penyusun tentu tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun penyusun sangat harapkan untuk  kesempurnaan penyusunan selanjutnya.
Kendari, 14 Februari 2011


BAB I
PNDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pendidikan meupakan serangkaian proses yang sangat kompleks dan melibatkan banyak aspek yang saling berkaitan. Pendidikan betujuan untuk mengubah sikap dan tingkah laku manusia ke arah yang beradab. Dalam hal ini dibutuhkan suatu proses yang sangat panjang dan kompleks. Suatu proses dalam mengubah kualitas input dalam dunia pendidikan melibatkan dua aspek utama yang saling berkaitan, yakni belajar dan pembelajaran. Di samping kedua hal tersebut,masih terdapat berbagai factor lain yang sifatnya mendukung terjadinya kedua proses tersebut.

Belajar adalah serangkaian proses individual yang bertujuan untuk memberikan suatu informasi baru mengenai apa yang belum diketahui. Belajar tidak hanya sekedar serangkaian ritul bagi seorang pelajar, tetapi melibatkan banyak proses yang saling berkaitan yang menentukan sejauh mana efektifitas dan efisiensi dari proses tersebut.
Seorang pendidik atau calon pendidik ditutuntut untuk mengetahui berbagai konsep yang berkaitan dengan segala proses dalam dunia pendidikan. Begitu pula dengan masalah belajar karena hal ini adalah ssalah satu aspek penting yang menjadi pokok profesi seorang pendidik, baik secara langsung maupun sebagai mediator.
Pemahaman mengenai kegiatan belajar diperlukan dalam menentukan strategi pembelajaran yang paling tepat untuk diterapkan pada peserta didik. Apa yang menjadi konsep awal sebelum terjun dalam kegiatan belajar mengajar bagi seorang calon pendidik merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Begitu pula pemahaman terhadap defenisi dan cirri-ciri belajar karena hal ini  adalah hal yang paling pokok yang menjadi objek kajian seorang pendidik.
Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut, maka penulis berupaya menyusun suatu makalah yang berisi defenisi dan cirri-ciri belajar. Hal ini dimaksudkan sebagai tambahan pengetahuan dan juga informasi bagi pembaca khususnya penyusun sendiri.

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka permasalahan dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1.      Apa defenisi belajar ?
2.      Bagaimana ciri-ciri belajar yang sebenarnya ?



1.3    Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui defenisi belajar
2.      Untukmengetahui cirri-ciri belajar

1.4  Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi pembaca dan penyusun
2.      Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nilai mata kuliah belajar dan pembelajaran

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A.    Pengertian Belajar
Pengertian belajar yang diberikan oleh para ahli sangat beragam. Hal ini ditentukan oleh disiplin ilmu mereka masing-masing dan filsafat yang menjadi dasar pemikiran mereka. Berikut defenisi belajar yang diberikan oleh para ahli.
1.      Pengertian Belajar Menurut Para Ahli dalam Negeri
Thursan Hakim menyatakan bahwa  belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
Menurut Slameto, belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ngalim Purwanto, (1992 : 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman
Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
M. Sobry Sutikno mengemukakan, belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
2. Pengertian Belajar menurut Para Ahli Luar Negeri
Menurut Skinner yang di kutip oleh Dimyati dan Mudjiono dalam bukunya yang berjudul Belajar dan pembelajaran, bahwa belajar merupakan hubungan antara stimulus dan respons yang tercipta melalui proses tingkah laku.
 Gagne seperti yang di kutip oleh Slameto dalam bukunya Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, memberikan dua definisi belajar, yaitu:
1. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.
2. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.
Menurut Hilgard dan Bower dalam bukunya Theories of Learning yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu situasi.
Robert. M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth ; Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan, bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.
Cronbach (1954) berpendapat : Learning is shown by a change in behaviour as result of experience ; belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami.
Menurut Spears : Learning is to observe, to read, to imited, to try something themselves, to listen, to follow direction ; pengalaman dapat diperoleh dengan menggunakan panca indra.
Lester.D. Crow and Alice Crow mendefinisikan : Learning is the acuquisition of habits, knowledge and attitudes ; Belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaankebiasaan, pengetahuan dan sikap-sikap.
Hudgins Cs. (1982) berpendapat tentang Hakekat belajar secara tradisional. Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam tingkah laku, yang mengakibatkan adanya pengalaman .
Jung , (1968) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman.
Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
Menurut Skinner ( 1985 ) memberikan definisi belajar adalah “Learning is a process of progressive behavior adaption”. Yaitu bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif.
Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.
Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi” 
 Menurut Mc. Beach ( Lih Bugelski 1956 ) memberikan definisi mengenai belajar. “Learning is a change performance as a result of practice”. Ini berarti bahwa bahwa belajar membawa perubahan dalam performance dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan ( practice ).
Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
Menurut Morgan, dkk ( 1984 ) memberikan definisi mengenai belajar “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience.” Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan ( practice )atau karena pengalaman ( experience)
Gage & Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”
Dalam bukunya Walker “Conditioning and instrumental learning” ( 1967 ). Belajar adalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman. Perubahan orang dapat memperoleh, baik kebiasaan – kebiasaan yang buruk maupun kebiasaan yang baik.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya.
B.     Ciri-ciri Belajar
Syaifull Bahri Djamarah, memukakan ciri-ciri belajar  sebagai berikut :
  1. Perubahan yang terjadi secara sadar.
  2. Perubahan dalam belajar yang bersifat fungsional.
  3. Perubahan dalam belajar yang bersifat positif dan aktif.
  4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
  5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
  6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku


Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :
1.Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).
 Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.

2.Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).
Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.
3.Perubahan yang fungsional
Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.

4. Perubahan yang bersifat positif.
Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru
5. Perubahan yang bersifat aktif.
Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.
6. Perubahan yang bersifat pemanen.
Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.
7. Perubahan yang bertujuan dan terarah.
Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
8. Perubahan perilaku secara keseluruhan.
Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.
Belajar  juga  tidak hanya berkenaan dengan jumlah pengetahuan tetapi juga meliputi seluruh kemampuan individu. Dengan  demikian, maka  ciri-ciri belajar juga dapat dirumuskan sebagai berikut.
  1. belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. Perubahan tersebut tidak hanya pada aspek pengetahuan atau kognitif saja tetapi juga meliputi aspek sikap dan nilai (afektif) serta keterampilan (psikomotor).
  2. perubahan itu harus merupakan buah dari pengalaman. Perubahan prilaku yang terjadi pada diri individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan. Interaksi ini dapat berupa interaksi fisik. Misalnya, seorang anak akan mengetahui bahwa api itu panas setelah ia menyentuh api yang menyala pada lilin. Di samping melalui interaksi fisik, perubahan kemampuan tersebut dapat diperoleh melalui interaksi psikis. Contohnya, seorang anak akan berhati-hati menyeberang jalan setelah ia melihat ada orang yang tertabrak kendaraan. Perubahan kemampuan tersebut terbentuk karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Mengedipkan mata pada saat memandang cahaya yang menyilaukan atau keluar air liur pada saat mencium harumnya masakan bukan meruapakan hasil belajar. Di samping itu, perubahan prilaku karena faktor kematangan tidak termasuk belajar. Seorang anak tidak dapat belajar berbicara sampai cukup umurnya. Tetapi perkembangan kemampuan berbicaranya sangat tergantung pada rangsangan dari lingkungan sekitar. Begitu juga dengan kemampuan belajar.
  3. perubahan tersebut relatif tetap. Perubahan perilaku akibat obat-obatan, minuman keras, dan yang lainnya tidak dapat dikategorikan sebagai perilaku hasil belajar. Seorang atlet yang dapat melakukan lompat galah melebihi rekor orang lain karena minum obat tidak dapat dikategorikan sebagai hasil belajar. Perubahan tersebut tidak bersifat menetap. Perubahan perilaku akibat belajar akan bersifat cukup permanen
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan terhadap studi literature, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1.      belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya.
2.      Ciri-ciri belajar  meliputi :Perubahan yang terjadi secara sadar; Perubahan dalam belajar yang bersifat fungsional; Perubahan dalam belajar yang bersifat positif dan aktif; Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara; Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah; Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah  laku
B.     Saran
Saran yang kami berikan dalam makalah ini adalah sebaiknya seorang pendidik memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar sebelum terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar